Membacakan dongeng kepada anak sepertinya terdengar kuno. Namun di balik itu, dongen memiliki banyak keuntungan bagi anak-anak. Beberapa keuntungan membacakan dongeng diantaranya merekatkan hubungan orangtua dengan anak dan membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional.
Masih ada lagi manfaat positif lainnya seperti yang dituliskan oleh Majalah Parents Indonesia:
Mengembangkan Daya Imajinasi Anak
Dunia anak adalah dunia penuh imajinasi. Dengan daya imajinasi yang masih sangat bagus, maka orangtua harus bisa membimbingnya kearah yang positif namun tetap terkontrol.
Meningkatkan Keterampilan Berbahasa
Dongeng merupakan stimulasi dini yang mampu merangsang keterampilan berbahasa anak. Saat dibacakan dongeng biasanya anak-anak akan fokus dan konsentrasi. Kemampuan verbal adalah kemampuan awal yang dimiliki anak-anak dan inilah mengapa otak kanan mereka lebih berkembang dan ini juga yang menyebabkan mereka lebih terlatih dalam berbahasa. Kisah-kisah dongeng yang mengandung cerita positif tentang perilaku dan sebagainya membuat anak-anak menjadi lebih mudah menyerap tutur kata yang sopan.
Membangkitkan Minat Baca Anak
Jika ingin memiliki anak yang mempunyai minat baca saat mereka dewasa, maka mendongeng adalah jalan menuju hal tersebut. Dengan membacakan dongeng, anak-anak akan membuat penasaran sehingga mereka ingin mencari tahu. Rasa penasaran itu merupakan dasar untuk membangkitkan minat baca.
Membangun Kecerdasan Emosional
Mendongeng kepada anak bisa membangkitkan kecerdasan emosional mereka. Dongeng anak-anak akan membantu mereka dalam menyerap nilai-nilai moral. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan emosional juga penting disamping kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka kelak.
Membentuk Rasa Empati Anak
Melalui stimulasi cerita dongeng, kepekaan anak usia 3-7 tahun akan dirangsang mengenai situasai sosial disekitar mereka. Dengan membacakan dongeng mereka juga akan belajar berempati terhadap lingkungan sekitar. Dengan cerita dongeng yang mendidik, maka anak akan dengan mudah menyerap nilai positif yang akan menjadikan mereka anak yang berempati dengan orang lain.
Sumber: parentsindonesia.com
No comments:
Post a Comment